Sabtu, 29 September 2018

TIPS : How to Use Your Time in Grade 12 ?

Hasil gambar untuk dont waste your time


 Hallo, teman-teman. Apa kabar hari ini ?
 Semoga dalam keadaan baik ya. *Aminn..
 Nah, teman-teman ada tidak yang saat ini menduduki kelas 12? 
 Karena hari ini mimin akan coba berbagi Tips dalam menghadapi padatnya jadwal di kelas 12.
 Penasaran? yukk, langsung saja.

 1. Plan Ahead
 Dengan membuat rencana ke depan, teman-teman akan lebih mudah menentukan apa yang akan teman-teman lakukan untuk mewujudkan rencana tersebut. Seperti pergi les, membuat grup belajar dan masih banyak lagi.

 2. Minimalize Distraction
 Yapp, meminimalisir gangguan saat belajar. Banyak banget nih teman-teman faktor yang dapat mengganggu kita saat ingin belajar. Faktor yang paling berpengaruh ialah 'sosial media' dan 'hang out bareng teman'  i know that's fun but it only waste your time.

 3. Deepen Knowledge
 Sebelum memperdalam pengetahuan diri, ada baiknya jika kita mengenali dahulu sebenarnya minat kita ada dimana? Dengan mengetahuinya maka kita akan lebih terfokus dan memperoleh hasil yang lebih baik.

 4. Make Prioritize
 Nah, dengan mentukan apa yang menjadi prioritas berarti kita harus berani meninggalkan apa yang hanya untuk bersenang-senang and choose better for u.

 5. Don't Forget to Take a Break
 Terkadang banyaknya aktivitas membuat kita lupa beristirahat, padahal istirahat sangat diperlukan untuk mengembalikan tenaga yang hilang. Apabila kita sakit, maka kita akan tertinggal materi disekolah atau bisa jadi tidak hadir saat pengambilan nilai. So take care yourself!

 6. Keep Pray
 Ditengah padatnya kesibukan, jangan lupa mengambil waktu khusus untuk berdoa ya teman-teman karena kita tahu bahwa kita hanya mampu berusaha tetapi yang menentukan ialah Tuhan. Put hope in God that we will receive good results for all efforts with a lot of prayer. 

 Baiklah, demikian perjumpaan kita pada kesempatan ini.
 Semoga bermanfaat ya teman-teman, sampai jumpa.

Sabtu, 22 September 2018

MEMUTUS GENERASI STUNTING DENGAN PROGRAM CN (CARE FOR NUTRITION )



Hallo, teman-teman! Apa kabar hari ini? Saya harap sehat serta semangat yaa..
Baiklah, pada kesempatan ini Saya akan berbagi tentang Pencegahan Stunting untuk anak. Penasaran? Yuk, langsung saja.

 Nah, teman-teman Gizi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme khususnya manusia untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, serta pemeliharaan kesehatan. Artinya, Gizi buruk adalah dimana terjadinya penurunan asupan yang dikonsumsi yang tidak balance dengan ketentuan, hal inilah yang dinamakan Stunting .

 Sahabat tahu tidak, berdasarkan data WHO Indonesia menempati urutan ke-5 didunia dengan kasus gizi buruk, dengan persentase 37,2% (2013),  29% (2015),  27,5% (2016). Salah satu wilayah di Indonesia dengan angka stunting tertinggi adalah kabupaten Ogan Komering ilir. Angka stunting kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menurut Riskesdas mencapai 40,5% atau hampir setengah balita di OKI mengalami stunting. Bahkan, angka ini di atas angka stunting nasional 37%. Wahh, hal ini tentu harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

Apa sih yang menyebabkan anak mengidap stunting? 
1. Stunting sendiri disebabkan karena kekurangan gizi dalam waktu yang lama pada seribu hari pertama kehidupan dari janin hingga anak berusia 2 tahun.
2. Ibu hamil yang kekurangan zat besi . Kekurangan zat besi biasa disebut anemia gizi besi. Hal ini juga diungkapkan oleh Simanjuntak tahun 1992, bahwa sekitar 70% ibu hamil di Indonesia menderita anemia  gizi.

Bagaimana mengetahui anak mengalami stunting?
 Stanting dapat terlihat pada anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya, proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya, berat badan rendah untuk anak seusianya, serta pertumbuhan tulang tertunda.

Lalu apa dampak stunting bagi anak atau orang dewasa?
 Stunting dalam jangka pendek mengakibatkan terganggunya perkembangan otak dan fisik. Sedangkan dalam waktu panjang mengkibatkan turunnya kemampuan kognitif yakni, pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehention), penerapan (aplication), analisa (analysis), sintesa (sinthesis), dan evaluasi (evaluation).
 Di usia produktifnya yakni antara 15-65 tahun (Badan Pusat Statik) penderita stunting akan berpenghasilan 20% lebih rendah dari pada mereka yang tumbuh optimal, sehingga mengakibatkan Produk Domestik Bruto turun 3%. Bagi Indonesia kerugian akibat stunting mencapai ± Rp.300 Trilliun/tahun (STBM Indonesia). Wah, dampaknya begitu besar ya teman-teman.

Kalau begitu apakah pencegahan dapat dilakukan? Bagaimana kita melakukannya?
 Kabar baik untuk kita, iyap.. Kita dapat melakukan Pencegahan Stunting yakni, dengan merealisasikan Program Care for Nutrition.

Apa itu Program Care for Nutrition?

 Program CN (Care for Nutrition) adalah program dimana tiap ibu hamil mendapatkan buku panduan mengenai aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh ibu hamil hingga anak berusia 2 tahun.
 Pada setiap akhir bab seorang ibu hamil harus sudah selesai membaca. Buku panduan CN juga memiliki daftar absensi apa saja yang harus dilakukan ibu hamil. Jadi, apapun proram yang terlawatkan dapat diketahui oleh Dokter atau Bidan yang bersangkutan.
Baiklah bagaimana gambaran atau realisasinya?
 Realisasi program ini dibagi menjadi beberapa tahap, yakni :
1. Memastikan kesehatan dan kecukupan Gizi pada 1000 hari awal kehidupan.

 Memastikan kesehatan dan kecukupan Gizi janin, dengan memantau asupan ibu hamil yang bergizi serta berprotein. Ibu hamil juga harus menambah 300 kalori asupan dari biasanya.

2. Ibu hamil sebaiknya mengonsumsi obat penambah darah dan vitamin A.

   
 Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan  layanan kesehatan disuatu negara. Kematian  ibu dapat terjadi karena beberapa sebab, diantaranya karena anemia. Penelitian Chi, dkk menunjukkan bahwa angka kematian ibu adalah 70% untuk  ibu-ibu yang anemia dan 19,7% untuk mereka yang non anemia. 

  Anemia gizi pada masa kehamilan sering diidentikkan dengan anemia gizi besi. Hal ini juga diungkapkan oleh Simanjuntak tahun 1992, bahwa sekitar 70 % ibu hamil di Indonesia menderita anemia  gizi loh teman-teman. 

 Diprogram CN seorang ibu yang sedang hamil akan mendapatkan buku panduan tahap pertama, dimana pada panduan akan tertera informasi mengenai anemia gizi. Dilembar selanjutnya, ibu hamil akan mendapatkan absnsi mengonsumsi kapsul Fe. Dengan  mengetahui informasi mengenai bahaya anemia gizi maka seorang ibu akan lebih merasa bahwa hal tersebut ialah keharusan, serta dengan adanya list ibu akan termotivasi untung menulis CENTANG. Contoh selebaran dapat dilihat diatas.

3. Hanya memberi ASI pada bayi selama 6 bulan pertama.



  ASI adalah makanan ideal bagi bayi, menyediakan nutrisi yang mereka butuhkan untuk  perkembangan yang sehat dan memberikan antibodi terhadap penyakit anak yang umum seperti diare dan pneumonia.


 ASI eksklusif adalah intervensi yang paling efektif untuk mencegah kematian anak, namun menurut Survei Demografi Kesehatan tingkat pemberian ASI eksklusif telah menurun selama dekade terakhir yang dapat dilihat didaerah Aceh dengan jumlah stunting atau balita pendek tertinggi untuk anak-anak balita di Indonesia akan tetapi, masih banyak perempuan dan anggota keluarga yang tidak menyadari manfaat ASI eksklusif dan dampak bila bayi tidak mendapatkan ASI selama 6 bulan. Pemberian air selain ASI dapat menghambat kinerja ginjal dan mengakibatkan bayi tidak mudah lapar sehingga, ASI yang diterima tidak optimal.

 Pada program CN buku yang diterima ibu akan menerangkan tentang  bahaya stunting akibat tidak mendapatkan ASI Eksklusif dan penjelasan bahwa makanan pelengkap yang tepat dan aman hanya dapat diberikan setelah enam bulan dengan tetap menyusui hingga dua tahun atau lebih. Dengan demikian ibu akan mendapatkan pemahaman yang pasti, dan tidak akan mempercayai bahwa susu formula akan menambah tingkat kecerdasan anak. Dilembar berikutnya ibu dapat mengisi absensi pemberian ASI sesuai ketentuan. Jadi, bayi tidak akan merasakan kekurangan.


4. Setelah berusia 6 bulan, pemberian ASI dibarengi makanan pendamping hingga bayi berusia 2 tahun.

   Pada tahap ini CN program menerangkan bahwa "Pertumbuhan dan perkembangan merupakan suatu proses dan peristiwa yang setiap manusia atau individu pernah mengalaminya". Pada usia 6 bulan – 2 tahun pertumbuhan serta perkembangan anak sangat terlihat. Pada masa ini makanan pendamping harus mengandung zat yang mampu membantu tumbuh kembang anak yakni :


Buah dan sayur, kandungan zat nutrien dapat membantu menangkal penyakit. Sedangkan kandungan vitamin C pada jeruk, stroberi, brokoli, dan kentang mempu menangkal penyakit flu pada anak. Mengonsumsi buah dan sayur segar setiap hari  sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan anak.
Zat besi, didapatkan pada daging merah, ayam serta ikan
Kacang-kacangan, mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat, dan sejumlah vitamin yang dibutuhkan tubuh. Unsur tersebut mampu memperlancar metabolisme, perbaikan sel yang rusak, sumber energi bahkan peningkatan imunitas.
Yoghurt, mengonsumsi yoghurt mampu meningkatkan efektifitas pencernaan bakteri jahat dalam sistem pencernaan, sehingga anak yang mengonsumsinya lebih tahan terhadap penyakit flu, infeksi telinga, dan infeksi saluran pernafasan.
Walnut, kaya akan asam lemak, omega 3 yang dapat meningkatkan imunitas anak terhadap serangan penyakit. Anak yang mengonsumsi walnut dapat menurunkan resiko terkena infeksi saluran pernafasan pada anak.
Oat, mengandung serat potensial dengan antioksidan yang anti mikroba. Oat juga mampu meningkatkan imunitas anak.
Madu, mengandung protein sehingga mampu menjaga stamina tubuh anakdan mengatasi kekurangan energi. Madu juga mengandung zat antibiotik yang dapat melawan penyakit  infeksi.

 Oleh karenanya, butuh perhatian yang ekstrak untuk memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi anak.

5. Sosialisasi pemerintah melalui puskesmes sebagai sarana edukasi Gizi serta pemantauan tumbuh kembang bayi.


 Sosialisasi yang dilakukan akan menerangkan tentang  apa itu stunting, apa dampaknya bagi anak, hingga bagaimana mencegahnya. Sosialisasi ini tidak terlepas dari pemantauan tumbuh kembang anak. Nah, teman-teman di CN Program Pemerintah melalui Puskesmes ataupun Rumah Sakit akan memberikan reward berupa piala bagi Bayi dengan kategori "tersehat". Hal ini tentu dapat memotivasi seorang ibu, serta menjadikannya sebuah hal yang menyenangkan.

 Untuk terealisasikannya program ini pemerintah memiliki peran penting. Mengeluarkan anggaran untuk melakukan pelatihan bagi petugas kesehatan dan menempatkannya hingga daerah pelosok.

6. Menyarankan menikah di usia yang tepat dan keadaan siap.



 Pada usia remaja, Alat reproduksi sedang mengalami perkembangan dan kematangan namun tidak semua wanita memiliki tahapan yang sama dan jangka waktu yang sama antara perempuan satu dengan lainnya. Melakukan hubungan intim tanpa disertai kematangan organ reproduksi ini akan beresiko besar.


 Organ reproduksi dan sel telur yang belum siap untuk kehamilan memiliki resiko yang besar untuk janin dan juga keberlangsungan hidup keduanya. Selain itu kehamilan yang tidak normal juga akan menimbulkan resiko mengalami tekanan darah tinggi bahkan kematian pada sang ibu. Selain itu, karena kondisi hormon yang belum stabil pada rentang usia ini, bisa membuka peluang besar kemungkinan resiko terkena kanker serviks.

Sebagai kesimpulan, pada CN program ibu akan mendapatkan 3 buku panduan, dimana yang pertama mengenai buah dan sayur yang akan dikonsumsi. Kemudian, imunisasi, serta vitamin yang baik dikonsumsi sesuai kebutuhan anak. Tentu dengan panduan yang ada akan meminimalisir kesalahan tindakan dalam tumbuh kembang anak..  Menjaga kesehatan anak dengan memberi perhatian lebih yang memang seharusnya dilakukan adalah wujud dari kecintaan terhadap negara karena dengan menjaga kesehatan mereka, Ibu sudah menjadi penyelamat generasi bangsa.

  Pengorbanan memang diperlukan sebagai pembuktian dari cinta. Namun, apabila dikerjakan dengan ikhlas serta kasih sebagai bumbunya kebahagiaan akan menjadi balasannya.
Ayoo, bantu wujudkan Indonesia Sehat.

Baiklah teman-teman, demikian ulasan kita pada kesempatan ini.
Semoga bermanfaat dan sampai jumpa dilain kesempatan.
Salam hangat...

Sabtu, 15 September 2018

Pemasangan Aspal di Lampung Tengah, Anak-anak Bermain dan Melepas Sandal

 Hallo teman-teman, apa kabar hari ini ?
 Semoga dalam keadaan baik ya, amin..

 Bagi anak kota, jalanan beraspal tentu menjadi hal yang biasa, tetapi bagi mereka yang tinggal dipedesaan tentu menjadi hal yang luar biasa.

 Mereka yang tumbuh di desa sudah biasa dengan jalanan yang berdebu ketika kemarau serta becek ketika penghujan. Namun, Kita bersyukur bahwa pembangunan di desa sudah semakin diperhatikan. Alhasil, mereka yang tinggal di desa juga dapat beraktivitas dengan jalanan yang baik.

 Hal tersebut menimbulkan kegembiraan bagi anak-anak yang 'belum pernah' melihat aspal. Khususnya anak Lampung Tengah.

 Mereka melepas alas kaki dan bermain disana. Bagi beberapa orang hal ini sangat mengharukan. Bagaimana bisa hal seperti itu menimbulkan kegembiraan yang teramat.

 Kita doakan saja semoga pembangunan-pembangunan desa terus berlangsung ya teman-teman. Agar keadilan bagi seluruh rakyat benar-benar terwujud.

BY :Ema Cintya

Bahaya STUNTING Masalah dengan Pertumbuhan Fisik dan Kecerdasan

 Hasil gambar untuk stop stunting


 Hallo, teman-teman..
 Apa kabar hari ini ? Semoga baik ya, amin..
 Hari ini kita akan mengulik sedikit tentang Stunting.
 Nah, apa itu Stunting ? Yukk, langsung saja.

 Stunting ialah kurangnya asupan Gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi  yang kurang dalam waktu cukup lama yakni, 1000 hari setelah kehidupan dari janin hingga berusia 2 tahun akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan Gizi. Stunting menyebabkan anak yang kurang Gizi lebih pendek dari tinggi standar seumurnya, rentan terkena penyakit, serta terhambatnya perkembangan otak dan fisik sehingga anak sulit berprestasi.

 Bagi orang dewasa, Stunting membuat berat badan berlebihan yang akan mengundang penyakit jantung dan diabetes. Pada usia produktif anak Stunting berpenghasilan 20 % lebih rendah dari anak yang tumbuh normal yang akan menurunkan 3% Produk Domestik Bruto atau 300 Triliun/tahun bagi Indonesia.

 Hal ini tentu menjadi problem yang harus segera diatasi, dengan memperhatikan asupan Gizi sejak 1000 hari setelah kehidupan yakni, dari janin hingga anak berusia 2 tahun. Hal tersebut dapat tercapai jika Ibu Hamil memakan makanan yang bergizi terutaman makanan berprotein hewani.
Setelah itu, Bayi yang telah lahir hanya diberi ASI selama 6 bulan pertama. Bayi juga harus tinggal dalam lingkungan yang ASRI. Dengan demikian, Stunting dapat dicegah.

 Baiklah, demikian sekilas info Stunting
 Semoga bermanfaat ya teman-teman
 Sampai jumpa dilain waktu..

By : Ema Cintya

Pertanyaan Paling Sensitif di Indonesia?

sumber. wikipedia Hallo teman-teman, apa kabar nihh?  Mimin harap dalam keadaan baik yaa.. amin! Btw, anyway, busway hari ini...