Sabtu, 25 Agustus 2018

Yohanes Ande Gala, si Pemanjat Tiang Bendera


 Hallo teman-teman apa kabar hari ini ?
 Semoga baik yaa *amin..
 Bagaimana perayaan HUT RI ke-73 dikota kalian ?
 Wahh, pasti seru dong ya !!

 17 Agustus tentu menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan tiap tahunnya, bagaimana tidak, hari tersebut mengingatkan kita akan perjuangan pahlawan dikala penjajahan.

 Setiap pengibaran 'Sang Saka Merah Putih' tentu menjadi sebuah sejarah diberbagai tempat. Namun, hal yang tidak biasa serta mengharukan terjadi. Yapp..., Yohanes Ande Gala, seorang siswa SD di Kupang, NTT ini memantapkan diri memanjat tiang bendera yang tersangkut. Dengan tekad serta cinta, ia memanjat tiang ± 20 meter.




 Hal ini membuat Joni (begitu biasa disapa) menerima begitu banyak penghargaan atas jasanya sebut saja, hak prioritas masuk TNI, beasiswa hingga S1 dari PLN, uang Rp.50.000.000 dari Hotman Paris, renovasi rumah serta tidak lupa juga sepede. Joni juga diundang oleh Kemenpora untuk berkunjung dan berkeliling dikantor Kemenpora. Ohiya, teman-teman, Joni juga diundang untuk mengikuti pembukaan Asian Games tanggal 18 Agustus lalu, duduk diantara Menteri loh. Dan para Menteri serta artis mengantri untuk berfoto dengan Joni. Wahh.. hebat ya !!

 Sebagai masyarakat Indonesia kita wajib berbangga memiliki Joni dengan harapan akan bermunculan pahlawan-pahlawan yang memiliki kecintaan akan Indonesia. Sikap Joni menjadi pelajaran bagi kita.

 Baiklah teman-teman, demikian perjumpaan kita kali ini. Sampai jumpa dilain kesempatan. See yaa..

Kamis, 16 Agustus 2018

Penyambutan HUT RI ke-73 di SMAN 41 Jakarta

 Hallo teman-teman,
 Apa kabar hari ini ?
 Mimin harap dalam keadaan baik ya *amin...

  Hari ini mimin mau berbagi keseruan 'Penyambutan HUT RI ke-73 di SMAN 41 Jakarta'.

 17 Agustus tentu menjadi sebuah momen yang ditunggu tiap tahunnya, bagaimana tidak 17 Agustus ialah hari kemerdekaan bangsa Indonesia, setelah melalui perjalanan panjang dengan perjuangan terbaik dari para pahlawan yang kemudian diproklamirkan oleh Ir.Soekaro di Jln. Pegangsaan Timur. Tentu dengan mempringati hari kemerdekaan ini, semangat serta kebanggaan akan Indonesia haruslah berkobar.

 Sebuah semangat dari warga SMAN 41 Jakarta pada hari ini, sejak pukul 06.30 hingga pukul 15.00 WIB menghasilkan berbagai rangkaian acara yang luar biasa.
Mulai dari :
• Apel Pagi

• Pelepasan balon merah dan putih sambil menyanyikan lagu Kemerdekaan

• Lomba tumpeng


• Tarik tambang

• Lomba Bola Volly antara guru dan siswa

 Dan masih banyak lagi lomba yang seru teman-teman. Semoga saja setiap perlombaan yang dilombakan dapat menambah kecintaan terhadap Indonesia yaa *aminn..

 Baiklah teman-teman demikian keseruan di SMAN 41 Jakarta. Yukk, berbagi keseruan jugaa :). Semoga bermanfaat serta sampai bertemu dilain kesempatan.

BY : Ema Cintya

Selasa, 14 Agustus 2018

HUT Pramuka KE-57, Pramuka Perekat NKRI.



 Hallo teman-teman.. SALAM PRAMUKA !!
Apa kabar hari ini ? Semoga dalam keadaan baik yaa *aminn..


 Hari ini ialah HUT Pramuka ke-57. Nah, Pramuka sendiri merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang bermakna Jiwa Muda yang Suka Berkarya. 

 Pramuka di Indonesia didirikan pada tanggal 14 Agustus 1961 dan saat ini dipimpin oleh Bapak Dr.Adhyaksa Dault S.H .

  Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka:


  • Memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani, dan rohani.

  • Menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia, dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik, dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa, dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup, dan alam lingkungan.

 Prinsip Dasar Kepramukaan



  • Iman, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Peduli terhadap bangsa, dan tanah air, sesama hidup, dan alam seisinya.
  • Peduli terhadap dirinya pribadi.
  • Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.


 Nah, teman-teman tentu sangat setuju bahwa HUT ke-57 Pramuka ini diberi tema  "Pramuka Perekat NKRI" karena jiwa muda sangat dibutuhkan untuk merekatkan kesatuan dan persatuan NKRI.

 Baiklah, demikian ulasan kita dikesempatan ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa dilain waktu. SALAM PRAMUKA !!

BY : Ema Cintya

Kamis, 09 Agustus 2018

Perlukah Ujian Nasional diakhir Kelulusan ?


  Hallo teman-teman, apa kabar hari ini ? Semoga dalam keadaan baik yaa *aminn..
Nah, hari ini kita akan bergelut mengenai perlu atau tidaknya Ujian Nasional (UN). Penasaran ? Yukk, langsung saja..

 UN diadakan untuk mengukur kemampuan siswa dengan harapan mampu meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan. Namun, apakah hal ini adalah cara satu-satunya ? Karena tingkat kemampuan tiap siswa tentu berbeda-beda.

 Siswa dituntut untuk mendapatkan hasil yang bagus saat UN. Hal tersebut membuat 'tidak sedikit' siswa merasa tertekan dan mencari jalan pintas dengan membeli kunci jawaban yang harganya terbilang mahal.

 Sebenarnya jika dilihat dari kerahasiaan soal yang sebenarnya dapat diakses oknum-oknum tertentu, ketimpangan pendidikan dimana ilmu yang diterima siswa di desa jauh tertinggal dengan siswa di perkotaan, ketidak memadainya prasarana UN, maka pelaksanaan UN dapat dikatakan 'belum efisien'.

 Salah satu negara yang juga mengadakan UN ialah Tiongkok, namun kualitas pendidikan Tingkok jauh di atas Indonesia.
Mengapa demikian ?

 Baiklah, menurut mimin sendiri tujuan diadakannya UN sangat bagus karena telah terbukti dapat meningkatkan kualitas pendidikan di negara 'lain' yang juga mengadakan UN bagi siswanya untuk mencapai kelulusan.

 Tetapi, untuk Indonesia belum cukup efisien dengan keadaan soal yang sering bocor, prasarana pembelajaran kurang, serta ketimpangan pembelajaran. Yahh.. kita doakan saja ya teman-teman UN yang akan datang akan lebih baik dari yang sudah-sudah :)


 Oiya, Ujian Nasional 2019 tinggal beberapa bulan lagi nihh, buat teman-teman yang akan mengikutinya harus memperbanyak usaha serta doa yaa. Baiklah, sampai disini dulu ulasan kita. Sampai jumpa dilain kesempatan.

BY : Ema Cintya

Selasa, 07 Agustus 2018

Pawai Beberapa Penduduk Papua di Semanggi menuju Bunderan HI, terkait Saham Freeport.


 Hallo teman-teman, apa kabar hari ini ? Mimin harap dalam keadaan baik yaa*amin..
 Nah, pada kesempatan ini mimin ingin berbagi cerita teman-teman. Penasaran ? Yukk, langsung saja.

 5 Agustus 2018 lalu, mimin melihat beberapa warga Papua melakukan pawai dari Semanggi menuju Bunderan HI. Pawai ini bertujuan meminta kejelasan atas saham freeport.

 Freeport ialah sebuah Perusahaan afilasi dari freeport Mc Moran Copper dan Gold Inc, PT.Freeport mengolah tembaga, emas, dan perak dari penambangan hingga eksplorasi.

 PT. Freeport berinvestasi 30% di Papua dan 5% di Indonesia. Sedangkan hasil, tentu 51% adalah saham Indonesia. Namun, masih ada masyarakat yang merasa tidak club dengan keputusan tersebut, beberapa diantaranya ialah mereka yang mimin temui ketika pawai di Semanggi.

 Sebenarnya, sangat disayangkan karena kita tidak mampu mengolah tambang kita sendiri. Selain kurangnya penguasaan teknik dalam mengolah tambang, biaya menjadi faktor terkuat.

 Sebagai generasi yang bertanggungjawab sebaiknya kita terus belajar untuk memperkaya ilmu sehingga tidak ketinggalan zaman yang terus berkembang :) dan mampu mengolah kekayaan kita.

 Baiklah teman-teman demikian ulasan mimin kali ini, semoga bermanfaat ya. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata, sampai jumpa dilain kesempatan.

Potret Keseruan Poco - Poco Guinness World Record (GWR) 2018


 Hallo teman-teman, apa kabar hari ini ? Mimin harap dalam keadaan sehat yaa *aminn..

 Pada kesempatan ini mimin ingin berbagi keseruan dalam acara Poco-poco Guinness World Record (GWR) 2018. 
Nah, teman-teman ada yang ikut berpartisipasi mungkin ?.. 
Okedeh. Yukk, langsung saja.

 Poco-poco gwr 2018 ialah perwujudan kerja sama antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (kemenpora) dengan Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) dalam rangka pemecahan rekor dunia dengan menghadirkan 65.000 peserta.


 Poco poco gwr yang diadakan 5 agustus lalu turut mengundang bapak Presiden Joko Widodo, gubernur Jakarta bapak Anies Baswedan, beberapa Menteri dan jajarannya serta TNI dan POLRI.


 Poco poco gwr berlokasi di Monas hingga Semanggi. Wahh.. terbayang yah bagaimana panjangnya senam Poco-poco ini hehhe.. 



 Tidak hanya ingin memecahkan rekor dunia, tetapi Poco-poco gwr ini bertujuan menyambut Ajang Olahraga Terbesar Se-Asia yakni, Asian Games 2018 loh teman-teman, tentu hal ini akan memarakkan semangat serta partisipasi masyarakat.

 Nah, dibawah ini adalah keseruan siswa-siswi perwakilan SMAN 41 Jakarta saat berpartisipai dalam rangka pemecahan rekor senam Poco-poco.







 Nah, demikian sedikit ulasan serta keseruan senam Poco-poco GWR 2018. Semoga dapat menambah semangat teman-teman dan kebanggaan terhadap Indonesia yaa..
Sampai jumpa dilain waktu teman-teman.

BY : Ema Cintya



Minggu, 05 Agustus 2018

Daerah Terpencil 'Bukit Kesuma' di Riau




 Hallo teman-teman. Apa kabar hari ini? Mimin harap dalam keadaan sehat yaaa.. Amin.
  Pada kesempatan ini mimin ingin berbagi pengalaman tentang daerah Bukit Kesuma yang mimin kunjungi pada tanggal 29 Juni 2018. Penasaran ? Yukk,langsung saja.

 • Keberangkatan
 Untuk sampai  di desa kecil yang terpelosok, tepatnya Bukit Kesuma, Pekanbaru, Riau mimin memilih menggunakan transportasi udara karena jarak yang cukup jauh dari Jakarta. Penerbangan pukul 17.00 dan tiba di Bandara Sultan Syarif Qasim (SSQ) 2 pukul 20.00 WIB.  
 Dari Bandara SSQ mimin harus memanfaatkan travel lebih kurang 90 menit untuk sampai ke Pangkalan krinci (Kota kecil di sana). 
 Sudah sampai ? Tentu belum teman-teman, mimin harus menyambung perjalanan sekitar 2 jam untuk sampai ke desa Bukit Kesuma dengan menumpang mobil angkut buah, Mimin sampai di Desa pukul 00:25 WIB. Wuu.. dinginnya nampoll.
 Oiya, ini keadaan perjalanan malam disana tidak ada lampu lalu lintas, hanya terlihat beberapa pengendara selama perjalanan.

  • Keadaan Desa Bukit Kesuma

 Mimin tinggal di rumah yang terbuat dari papan, dengan listrik yang menyala pukul 18:00 dan akan padam pukul 06.00 WIB.
 Hari pertama mimin mencoba berkeliling di desa dengan meminjam motor seorang penduduk. Jalanannya sepi banyak bukit-bukit (alasan dinamakan Desa Bukit Kesuma), banyak pepohonan, serta debu karena jalan besar disana milik PT.RAPP jadi, tidak dicor dengan alasan agar jalannya bisa dirawat dan tidak cepat rusak.
 Rumah disini tidak terlalu banyak, bisa dihitung dan.. ohiya, di Desa ini air sangatlah susah bagi mereka yang belum mampu melakukan pengeboran air, hanya memanfaatkan sumur yang cepat kering serta sungai-sungai kecil.

(Seorang ibu yang ingin mengambil air dengan ember yang diangkut angkong *sebutannya disana)

Sekolah

 Sepedalaman apapun tempatnya, sekolah tentu tetap prioritas. Namun, sekolah di Desa Bukit Kesuma ini salah satu dari banyaknya sekolah yang jauh dari kata 'layak'. Beberapa fakta yang dapat mimin tangkap ketika mengunjungi Sekolah SDN 027 di Bukit Kesuma
1.Jauh Dari Rumah Penduduk.


2. Hanya ada 2 toilet untuk kelas 1-6 SD dengan keadaan yang kotor dan minim air.


3. Semangat Siswa yang Tidak Hilang, meski semeja duduk bertiga.


4. Demokrasi Pemilihan Ketua Kelas.


5. Kegotong Royongan, membereskan sapu serta menggotong sampah bersama-sama.



6. Kursi yang Kurang, hingga harus dipindah-pindah.


 Nah, sebagai pelajar mimin merasa bangga pada mereka yang semangatnya tidak dihentikan oleh keadaan.

Pangan yang Mahal termasuk Jajanan.


 Yapp.., karena jarak Desa Kesuma yang Jauh dari Kota tentu harga pangan tergolong mahal. Termasuk ice creem yang biasa mimin beli Rp.10.000 disini bisa sampai Rp.15.000. *tepok jidat hehehe..

 • Sunset Menarik Ditiap Sore, yang Dinikmati Gratis :)





 • Kaya Akan Kehijauan


 • Banyak Objek Menarik bagi Fotografer
 Salah satu alasan mimin ingin mengunjungin Desa ini ialah keindahan tempatnya untuk mengambil foto hehehe..




 Nah, demikian sedikit cerita mimin tentang Desa Bukit Kesuma saat mengunjunginya. Banyak pengalaman yang menantang sejak memasuki Desa pelosok ini. Tetapi, terbalaskan oleh berbagai keseruan :)
 Teman-teman yang ingin berkunjung yukk, sesegera mungkin. Tetapi, di desa ini tidak ada hotel bagi teman-teman yang akan berkunjung harus menginap di rumah penduduk setempat atau di warung makan yang seadanya hehhee..
 Terima kasih sudah menjadi bagian tulisan mimin. Sampai jumpa dilain kesempatan.


Pertanyaan Paling Sensitif di Indonesia?

sumber. wikipedia Hallo teman-teman, apa kabar nihh?  Mimin harap dalam keadaan baik yaa.. amin! Btw, anyway, busway hari ini...