Minggu, 28 Oktober 2018

90 Tahun Berlalu, Sumpah Pemuda Harus Tetap Terpatriot.



 Hallo teman-teman, apa kabar hari ini?
 Admin harap sehat serta semangat ya *amin..
 Sebelum kita flashback ke 90 tahun yang lalu nih, admin mau bilang SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA bagi teman-teman yang tentu berjiwa muda.
 Baiklah, langsung saja ya teman-teman.

 Yapp, hari ini tentu menjadi hari yang mengingatkan kita pada pemuda hebat yang kita punya.

 Pada tanggal 28 Oktober 1928, naskah Sumpah Pemuda ditulis oleh Moehammad Yamin di Batavia *yang saat ini menjadi Jakarta.

 Teman-teman tentu hafal dong isi dari teks Sumpah Pemuda sendiri apa? Kenapa? Ada yang tidak hafal? *huehehe...
Baiklah, untuk mengingatkan Admin aku share yaa..
Soempah Pemoeda :
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

 Untuk lebih greget teman-teman juga harus bisa memaknai isi dari teks tersebut. Nah, mimin akan berbagi menurut pengetahuan mimin yaa..

 Kalau menurut mimin sendiri Soempah Pemoeda sendiri bukan hanya sekedar tulisan, namun sebuh jati diri bagi semua pemuda Indonesia.  Kita tahu ya teman-teman, bahwa pemuda Indonesia itu berdiri dari berbagai suku, agama, bahkan ras.

 Dimana, perbedaan itu dipersatukan dalam teks Soempah Pemoeda. Kita menjadi satu tanah air, satu bangsa, bahkan satu bahasa. Jati diri itu harus kita jaga tanpa terpengaruh oleh budaya asing, bahkan perkembangan zaman yang semakin tak tahu arahnya kemana.
Jadi, yukk.. mewujudkan tujuan Soempah Pemoeda.

 Baiklah, demikian dulu  yaa teman-teman perjumpaan kita. Sampai jumpa dilain kesempatan yaa.

Pertanyaan Paling Sensitif di Indonesia?

sumber. wikipedia Hallo teman-teman, apa kabar nihh?  Mimin harap dalam keadaan baik yaa.. amin! Btw, anyway, busway hari ini...