Minggu, 05 Agustus 2018

Daerah Terpencil 'Bukit Kesuma' di Riau




 Hallo teman-teman. Apa kabar hari ini? Mimin harap dalam keadaan sehat yaaa.. Amin.
  Pada kesempatan ini mimin ingin berbagi pengalaman tentang daerah Bukit Kesuma yang mimin kunjungi pada tanggal 29 Juni 2018. Penasaran ? Yukk,langsung saja.

 • Keberangkatan
 Untuk sampai  di desa kecil yang terpelosok, tepatnya Bukit Kesuma, Pekanbaru, Riau mimin memilih menggunakan transportasi udara karena jarak yang cukup jauh dari Jakarta. Penerbangan pukul 17.00 dan tiba di Bandara Sultan Syarif Qasim (SSQ) 2 pukul 20.00 WIB.  
 Dari Bandara SSQ mimin harus memanfaatkan travel lebih kurang 90 menit untuk sampai ke Pangkalan krinci (Kota kecil di sana). 
 Sudah sampai ? Tentu belum teman-teman, mimin harus menyambung perjalanan sekitar 2 jam untuk sampai ke desa Bukit Kesuma dengan menumpang mobil angkut buah, Mimin sampai di Desa pukul 00:25 WIB. Wuu.. dinginnya nampoll.
 Oiya, ini keadaan perjalanan malam disana tidak ada lampu lalu lintas, hanya terlihat beberapa pengendara selama perjalanan.

  • Keadaan Desa Bukit Kesuma

 Mimin tinggal di rumah yang terbuat dari papan, dengan listrik yang menyala pukul 18:00 dan akan padam pukul 06.00 WIB.
 Hari pertama mimin mencoba berkeliling di desa dengan meminjam motor seorang penduduk. Jalanannya sepi banyak bukit-bukit (alasan dinamakan Desa Bukit Kesuma), banyak pepohonan, serta debu karena jalan besar disana milik PT.RAPP jadi, tidak dicor dengan alasan agar jalannya bisa dirawat dan tidak cepat rusak.
 Rumah disini tidak terlalu banyak, bisa dihitung dan.. ohiya, di Desa ini air sangatlah susah bagi mereka yang belum mampu melakukan pengeboran air, hanya memanfaatkan sumur yang cepat kering serta sungai-sungai kecil.

(Seorang ibu yang ingin mengambil air dengan ember yang diangkut angkong *sebutannya disana)

Sekolah

 Sepedalaman apapun tempatnya, sekolah tentu tetap prioritas. Namun, sekolah di Desa Bukit Kesuma ini salah satu dari banyaknya sekolah yang jauh dari kata 'layak'. Beberapa fakta yang dapat mimin tangkap ketika mengunjungi Sekolah SDN 027 di Bukit Kesuma
1.Jauh Dari Rumah Penduduk.


2. Hanya ada 2 toilet untuk kelas 1-6 SD dengan keadaan yang kotor dan minim air.


3. Semangat Siswa yang Tidak Hilang, meski semeja duduk bertiga.


4. Demokrasi Pemilihan Ketua Kelas.


5. Kegotong Royongan, membereskan sapu serta menggotong sampah bersama-sama.



6. Kursi yang Kurang, hingga harus dipindah-pindah.


 Nah, sebagai pelajar mimin merasa bangga pada mereka yang semangatnya tidak dihentikan oleh keadaan.

Pangan yang Mahal termasuk Jajanan.


 Yapp.., karena jarak Desa Kesuma yang Jauh dari Kota tentu harga pangan tergolong mahal. Termasuk ice creem yang biasa mimin beli Rp.10.000 disini bisa sampai Rp.15.000. *tepok jidat hehehe..

 • Sunset Menarik Ditiap Sore, yang Dinikmati Gratis :)





 • Kaya Akan Kehijauan


 • Banyak Objek Menarik bagi Fotografer
 Salah satu alasan mimin ingin mengunjungin Desa ini ialah keindahan tempatnya untuk mengambil foto hehehe..




 Nah, demikian sedikit cerita mimin tentang Desa Bukit Kesuma saat mengunjunginya. Banyak pengalaman yang menantang sejak memasuki Desa pelosok ini. Tetapi, terbalaskan oleh berbagai keseruan :)
 Teman-teman yang ingin berkunjung yukk, sesegera mungkin. Tetapi, di desa ini tidak ada hotel bagi teman-teman yang akan berkunjung harus menginap di rumah penduduk setempat atau di warung makan yang seadanya hehhee..
 Terima kasih sudah menjadi bagian tulisan mimin. Sampai jumpa dilain kesempatan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pertanyaan Paling Sensitif di Indonesia?

sumber. wikipedia Hallo teman-teman, apa kabar nihh?  Mimin harap dalam keadaan baik yaa.. amin! Btw, anyway, busway hari ini...